ardhanareshwari

Pulchra, Lucidum, Felix. A Girl who wants to fly. Never look back. Never comeback. Far far away. Because life is a journey.
Recent Tweets @ar1nda
Posts I Like
Who I Follow

Udah ada dua temen yang pengalaman lahiran anak keduanya gampang banget bin lancar sampe ada yang lahir di taxi pas otw ke RSIA. Jadi makin deg2an dan ga sabar hehe…
Bismillah ya nak.., abang dulu 3 jam, moga-moga adik 1 jam ajah..aaamiin :p

Hal yang paling bikin mellow saat kehamilan trimester ketiga :
Bayinya belum lahir aja udah kangen hamil lagi. Semakin sering berasa tendangannya di puncak rahim (which is means kepala udah mantap di bawah), semakin segera pengen ketemu, tapi disisi lain berasa kangeen banget masa-masa hamil.

Pregnancy and being a mother are really the best time in my life. :)

Nenek saya suka mengingatkan, “Ojo ngulur ibadahmu, ben ora mundur uripmu” (Jangan tunda ibadahmu, agar hidupmu tak mengalami kemunduran). Jangan tunda sholat lima waktu, jangan remehkan dhuha, jangan tinggalkan tahajud, rutinkan tilawah, rajinkan puasa sunnah, rutinkan bersedekah. Niatkan gapai cinta-Nya. Kalau Allah sudah cinta, surga saja dihadiahkan. Apalagi cuma dunia.
Ahmad Rifai Rif’an (via fahmijafar)

Hikmah dari ‘extended holiday’ yang harusnya balik ke Bogor 4 Mei jadi unlimited time ini :
1. Ternyata selama ini di Bogor kebanyakan tidur
2. Bawa sedan itu enak juga :D walau agak stress soalnya gigi mundurnya macet
:D

Saya ini orang penikmat proses bukan pengejar tujuan. Lebih suka ngerjain proyek singkat dibanding dikontrak jadi karyawan sampe puluhan tahun. Tidak takut dengan ketidakpastian, ga ngarepin duit pensiun, ga khawatir gak pegang uang saku, bisa hidup sedikasihnya :p Effortless banget kayaknya yah… tapi saya b.a.h.a.g.i.a.

Setiap phase hidup adalah project. Project masa kecil, sekolah, kuliah, menikah dan sekarang saya lagi sibuk di proyek menjadi ibu. Dari hamil sampai punya anak minimal saya spend 3 tahun untuk fokus menjadi ibu, terutama untuk menyusui dan nemenin anak sepuasnya. Entahlah saya ndak bisa multitasking kayak ibu-ibu luar biasa diluar sana.

Next project? Ya mungkin ga jauh-jauh dari cari duit biar bisa ajak anak jalan-jalan dan melihat dunia. Dengan tetap menjadi diri sendiri tentunya. Kalau mau serius berkarya lagi harus melakukan sesuatu yang saya cintai. Ga mau cuma demi nominal rekening atau kepastian masa depan. Since my children are priority, jadi tiap project harus menyesuaikan dengan kepentingan mereka. Udah ada beberapa plan sih, tapi ga sekarang. Belum dulu. Saat ini saya sedang bahagia-bahagianya dan sangat bersyukur dikaruniai keluarga kecil bahagia. Menjadi ibu yang stay full time at home adalah cara terbaik saya untuk bersyukur.

Alhamdulillah… love you kids and husband untuk ga protes dan rela Bunda di rumah saja (which is buat sebagian orang hina sekali). I’m so blessed and grateful mother in the world :)

  • <b> <b></b> Saya ini orang penikmat proses bukan pengejar tujuan. Lebih suka ngerjain proyek singkat dibanding dikontrak jadi karyawan sampe puluhan tahun. Tidak takut dengan ketidakpastian, ga ngarepin duit pensiun, ga khawatir gak pegang uang saku, bisa hidup sedikasihnya :</b> p Effortless banget kayaknya yah... tapi saya b.a.h.a.g.i.a.<p><b></b> Setiap phase hidup adalah project. Project masa kecil, sekolah, kuliah, menikah dan sekarang saya lagi sibuk di proyek menjadi ibu. Dari hamil sampai punya anak minimal saya spend 3 tahun untuk fokus menjadi ibu, terutama untuk menyusui dan nemenin anak sepuasnya. Entahlah saya ndak bisa multitasking kayak ibu-ibu luar biasa diluar sana.<p><b></b> Next project? Ya mungkin ga jauh-jauh dari cari duit biar bisa ajak anak jalan-jalan dan melihat dunia. Dengan tetap menjadi diri sendiri tentunya. Kalau mau serius berkarya lagi harus melakukan sesuatu yang saya cintai. Ga mau cuma demi nominal rekening atau kepastian masa depan. Since my children are priority, jadi tiap project harus menyesuaikan dengan kepentingan mereka. Udah ada beberapa plan sih, tapi ga sekarang. Belum dulu. Saat ini saya sedang bahagia-bahagianya dan sangat bersyukur dikaruniai keluarga kecil bahagia. Menjadi ibu yang stay full time at home adalah cara terbaik saya untuk bersyukur.<p><b>Alhamdulillah... love you kids and husband untuk ga protes dan rela Bunda di rumah saja (which is buat sebagian orang hina sekali). I'm so blessed and grateful mother in the world :</b> )<p>p<p>

Menatap wajah tidurnya yang tak henti membuatku jatuh cinta, sekaligus menangis karena takut tak mampu melindunginya. Jaman sekarang mau membesarkan anak dimana saja, mau di desa atau kota ya sama saja. Arus informasi sudah lewat udara, tidak mampu dibendung sekedar jarak. Internet dan teknologi membuat segalanya mungkin. Akses terbuka luas. Bentengnya apa? Iman. Keluarga beriman, takut sama Tuhan. Dekat selalu ya nak, dekat dihatiku, jangan berubah asing karena khilafku. Ajari aku selalu agar kau tak pernah menjauh tanpa ku tahu.

"Abang bobo bunda (minta kelon)" dan "Abang mamam bunda (kelaperan banget dan mau makan saat itu juga)

Dua titah baginda raja yang sukses bikin bundanya entah lagi ngapain kelabakan :D

#miracleofmotherhood :)

  • Kenapa pengen adiknya abang cowok dulu (engga kepikiran langsung sepasang cewek cowok)?
  • Entahlah ya, kepikiran terus biar lebih enak aja buat mereka nantinya. Soalnya kalo cowok cewek gede dikit harus dipisah, secara agama, secara didikan dll. Nanti aja adik ketiga dan keempat cewek (empaaaat?) : D